Turki atau Turkey resmi berganti nama secara internasional menjadi Turkiye pada 1 Juni 2022. (Foto: Ist/AP)

JAKARTA, Eranasional.com – Pemerintah India berencana ingin menganti nama negaranya menjadi Bharat. Alasannya, nama India merupakan warisan penjajah Inggris dan simbol perbudakan.

Inggris memerintah India selama 200 tahun. Dan akhirnya, India memperoleh kemerdekaannya pada 1947.

Ternyata, sudah ada 14 negara di dunia yang telah mengganti namanya. Alasannya beragam, bahkan terkesan nyeleneh seperti tidak ingin tertimpa ‘sial’, bahkan ada yang beralasan namanya seperti nama hewan.

Berikut 14 negara yang mengganti namanya beserta alasannya.

1. Turki

Turki atau Turkey resmi berganti nama secara internasional menjadi Turkiye. Perubahan nama negara tersebut telah disetujui oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada 1 Juni 2022.

Resmi berganti menjadi Turkiye setelah PBB menerima permintaan resmi pergantian nama dari pemerintah Turki, serta memastikan bahwa dokumen tersebut sah.

Turki atau Turkey resmi berganti nama secara internasional menjadi Turkiye pada 1 Juni 2022. (Foto: Ist/AP)

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu mengatakan pergantian nama dilakukan untuk meningkatkan branding atau brand value (nilai merek) negara tersebut.

Namun, ada alasan lucu mengapa nama Turkey menjadi Turkiye. Istilah Turkey merupakan bahasa Inggris dari ayam kalkum. Bahkan, istilah Turkey juga terkadang digunakan untuk istilah konyol dan negatif berkejaan dengan kata tersebut dalam bahasa Inggris.

Pergantian nama dilihat sebagai upaya untuk mengubah citra Turki dan tidak lagi dikaitan dengan ayam kalkun yang paling terkenal di Amerika Serikat (AS) menjadi menu tradisional Thanksgiving Day di akhir November.

2. Iran

Menurut sejarah, sebelumnya negara ini bernama Persia. Konon, pergantian menjadi Iran dipengaruhi oleh Duta Besar Iran untuk Jerman yang dipengaruhi oleh Nazi.

Foto: Reuters

Selain itu, dalam tulisan Yunani, Iran disebut sebagai Persia. Walaupun di beberapa kalangan terdapat banyak hal kontra, perubahan nama ini dinilai tepat karena dapat mengubah persepsi masyarakat.

Nama Iran digunakan yakni pada 21 Maret 1935, di mana saat itu, Dinasti Shah Reza Pahlavi masih menjabat Persia. Reza Pahlavi mengubah menjadi Iran.

Turki atau Turkey resmi berganti nama secara internasional menjadi Turkiye pada 1 Juni 2022. (Foto: Ist/AP)

Dengan transformasi nama Persia menjadi Iran, Reza Pahlavi menginginkan agar seluruh etnis atau keturunan Persia bisa Bersatu.

Nama Persia diyakini membuat rakyat Persia kala itu terkotak-kotak. Antara etnis Kurds dan Turds tidak dapat Bersatu secara utuh dan memiliki rasa kebersamaan. Untuk itu, nama Iran diharapkan bisa menyatukan mereka.

Selain itu, nama Persia dianggap memiliki konitasi yang kurang baik, bisa diartikan sebuah hal yang ‘lemah’ dan bisa menghambat perkembangan dinasti di tengah-tengah ancaman imperialisme dari Eropa.

Sementara, nama ‘Iran” diartikan ‘tanah bangsa Arya’ dianggap sebagai representasi dari sebuah kekuatan dan kemakmuran. Juga sebagai simbol kebangkitan dan pembangkit semangat nasionalisme seluruh rakyat.

3. Myanmar

Dulu negara ini bernama Burma, merupakan salah satu negara yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan dua nama yakni Myanmar dan Burma.

Namun, pemerintahan junta militer mengubah nama Burma menjadi Myanmar pada 1989 setelah ratusan orang terbunuh dalam upaya untuk menekan pemberontakan rakyat.

Turki atau Turkey resmi berganti nama secara internasional menjadi Turkiye pada 1 Juni 2022. (Foto: Ist/AP)

4. Kamboja

Negara Tanah Kedamaian ini dulunya dikenal dengan nama Kampuchea. Faktanya, negara ini sempat beberapa kali berganti nama.

Pada tahun 1953-1970, negara ini bernama Kerajaan Kamboja. Lalu, pada 1970-1975 dinamai sebagai Republik Khmer.

Bendera Kamboja (Foto: Net)

Saat pemerintah komunis, 1975-1979, Kamboja disebut dengan nama Kampuchea Demokratik. Pada 1989-1993 di bawah otoritas transisi PBB, berubah menjadi Kamboja.

Satu tahun kemudian, pasca pemulihan monarki, 1994, Kamboja berganti menjadi kerajaan Kamboja.

5. Thailand

Selama beberapa abad, wilayah Thailand diperintah oleh seorang raja yang dikenal sebagai Siam.

Setelah menjadi negara monarki konstitusional pada 1939, nama baru tersebut diucapkan sebagai Prathet Thai yang berarti negara orang-orang bebas.

Turki atau Turkey resmi berganti nama secara internasional menjadi Turkiye pada 1 Juni 2022. (Foto: Ist/AP)

Pada 1939, atas ide dari Plaek Phibunsongkhram, Perdana Menteri (PM) yang menjabat saat itu, raja yang memerintah mengubah nama negaranya setelah menjadi monarki konstitusional.

6. Yordania

Negara ini sebenarnya sudah diakui sejak September 1922, karena sudah mendapat mandate dari Inggris, dan di tahun 1946 diberikan kemerdekaan dengan nama Transyordania.

Pada tahun itu, pihak berwenang memutuskan untuk merubah negara ini menjadi kerajaan Hashimiyah Transyordania. Kemudian, pada 1949, namanya berubah menjadi Kerajaan Hasyimiyah Jordania atau lebih lebih dikenal dengan nama Yordania. Hal ini karena negara ini sudah diperintahkan sejak Kerjaan Hashimiyah oleh Dinasti Hasyimiyah.

Hasyimiyah sendiri merujuk kepada para keluarga dan keturunan kerajaan. Sedangkan Yordania adalah nama lain yang merujuk pada sebuah Kawasan geografis bernama Sungai Yordania.

7. Belanda

Foto: Ist/Net

Fakta mengejutkan, negara yang pernah menjajah Indonesia selama 350 tahun ini ternyata baru secara resmi menggunakan nama Belanda atau Netherlands yakni Januari 2020. Sebelumnya nama resminya adalah Holland. Padahal, di Indonesia nama Belanda sudah dikenal sejak lama.

Walaupun dalam bahasa Inggris memiliki kata yang berbeda, dalam bahasa Indonesia artinya tetap sama yaitu Belanda. Tidak hanya mengganti nama resminya, Belanda turut mengubah nama tim sepak bola mereka.

Turki atau Turkey resmi berganti nama secara internasional menjadi Turkiye pada 1 Juni 2022. (Foto: Ist/AP)

8. Ethiopia

Dulu nama negara ini adalah Abyssinia. Namanya diganti menjadi Ethiopia pada Perang Dunia II oleh Hailesilasie, Raja X Ethiopia.

Istilah Abyssinia berawal dari pendirian dinasti Solomon pada 1270, yang akhirnya menjadi identitas nama negara tersebut sebelum berubah menjadi Ethiopia.

Alasan Abyssinia mengganti nama menjadi Ethiopia karena adanya perjanjian antara Italia dan Abyssinia yang dibuat setelah invasi Italia yang gagal. Nama yang diberikan dalam perjanjian itu adalah Ethiopia.

9. Sri Lanka

Dari tahun 1815 hingga 1948 nama negara Ceylon terkenal di bawah pemerintahan Inggris. Ceylon berasal dari kata Ceilao, yang artinya sebuah negara di bawah kekuasaan Porutal di Sri Lanka modern.

Akhirnya, nama Sri Lanka dicetuskan pada awal abad ke-20 dan secara resmi mengangkat nama Republik Sri Lanka pada 1927. Namanya sempat berubah menjadi Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka pada 1978.

Turki atau Turkey resmi berganti nama secara internasional menjadi Turkiye pada 1 Juni 2022. (Foto: Ist/AP)

10. Irlandia

Dulu negara Irlandia bernama Irish Free State. Adapun alasan mengganti menjadi Irlandia yaitu menghilangkan kenangan pahit.

Di tahun 1937, Irlandia resmi ditetapkan sebagai nama negara untuk menghapus seluruh ikatan dengan Inggris, setelah berperan secara sengit selama dua tahun.

11. Republik Demokratik Kongo

Pada awal kemerdekaan tahun 1960, negara ini diberikan nama Republik Kongo.

Lalu, dari tahun 1965 hingga 1971, Republik Kongo merubah nama menjadi Republik Demokratik Kongo. Dan, di tahun 1971 Presiden yang saat itu itu menjabat, Mobutu Sese Seko, kembali mengganti namanya menjadi Republik Zaire.

Pada 1992, Kongres Nasional Berdaulat merencanakan untuk mengubah nama kembali menjadi Republik Kongo. Namun, baru bisa direalisasikan pada 1977 setelah jatuhnya pemerintahan Mobutu.

12. Ceko

Pada tahun 2016, Republik Ceko atau Czech Republic mengganti nama negaranya menjadi Czechia dengan alasan untuk mempersingkat penyebutan negara dalam pergaulan internasional dan menjadi salah satu sarana promosi negara.

Meski sudah diganti menjadi Czechia, masyarakat internasional masih sering menyebut negara tersebut sebagai negara Republik Ceko.

Turki atau Turkey resmi berganti nama secara internasional menjadi Turkiye pada 1 Juni 2022. (Foto: Ist/AP)

13. Zimbabwe

Sebelum kemerdekaan, nama resmi negara ini adalah Rhodesia Selatan. Pada 1980, Rhodesia mendapat pengakuan resmi dengan nama Republik Zimbabwe, yang kemudian disingkat  menjadi negara Zimbabwe.

Nama Rhodesia diambil dari nama Cecol John Rhodes, seorang pembangun kerajaan yang diakui.

14. Eswatini

Tahun 2018, di bawah kepemimpinan Raja Mswati II, nama Swaziland diganti menjadi Eswatini untuk menghilangkan kenangan kolonialisme di masa lalu.

Menurut sang raja, nama Swaziland terkesan mirip dengan Switzerland dan membuat banyak orang bingung dengan dua negara tersebut.