Kondisi perang antara militan Hamas dengan Israel di Jalur Gaza. (Foto: AP)

JAKARTA, Eranasional.com – Perang antara Pejuang Hamas dengan Israel terus memakan korban jiwa. Hingga Senin (9/10), korban tewas dari kedua belah pihak mencapai 2.174 orang dan luka-luka 10.054 orang.

Korban tewas akibat serangan Hamas ke Israel tercatat berjumlah 1.487 orang, sedangkan korban luka 6.327 orang.

Sementara, mengutip dari AFP, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Palestina menyebutkan, hingga Senin (9/10) korban tewas di Jalur Gaza mencapai 687 orang, dan korban luka-luka sebanyak 3.727 orang sejak Israel melancarkan serangan balasan melalui udara.

Dilansir dari Reuters dan Alarabiya News, Senin (9/10), Israel menyerang balik ke wilayah Jalur Gaza setelah Sabtu (7/10), militan Hamas melakukan serangan masif menggunakan ribuan roket ke wilayahnya yang tercatat sebagai salah satu serangan paling berdarah dalam sejarah Israel.

Hingga kini, pemerintah Israel belum merilis secara resmi jumlah korban tewas akibat serangan Hamas. Namun, berbagai media Israel menyebutkan sedikitnya 700 orang, termasuk anak-anak tewas di wilayah Israel.

Juru Bicara militer Israel, Daniel Hagari menyebutkan serang Hamas sebagai pembantaian warga sipil yang tak berdosa dan terburuk dalam sejarah Israel.

Dilaporkan, serangan udara Israel menghantam blok-blok perumahan, terowongan bawah tanah, dan sebuah masjid, serta menghancurkan kantor serta rumah para pejabat Hamas di Jalur Gaza.

Kondisi perang antara militan Hamas dengan Israel di Jalur Gaza. (Foto: AP)

Rumah-rumah warga sipil dan bangunan lainnya juga dilaporkan hancur akibat gempuran pesawat tempur Israel.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Palestina mengatakan Israel tidak memiliki hak atau pembenaran untuk menargetkan penduduk sipil yang tidak berdaya di Gaza atau lokasi lainnya di Palestina.

“Kami mengecam serangan udara Israel sebagai kampanye kematian dan kehancuran yang barbas,” ucap Kemenlu Palestina.

Sementara  itu, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) melaporkan sedikitnya 70.000 warga Palestina di Gaza mengungsi di sekolah-sekolah yang dikelola oleh PBB untuk berlindung dari serangan Israel.

PBB menyerukan dibentuknya koridor kemanusiaan untuk menyalurkan makanan ke wilayah Gaza.