Teheran, ERANASIONAL.COM – Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Minggu (18 Januari 2026) mengeluarkan peringatan yang sangat keras kepada Amerika Serikat (AS) dan sekutunya. Ia menyatakan bahwa apa pun bentuk serangan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei termasuk jika sampai menyebabkan kematiannya akan dipandang sebagai deklarasi perang habis-habisan terhadap bangsa Iran.
Ungkapan ini disampaikan melalui unggahan di platform media sosial X, dan menjadi bagian dari eskalasi retorika yang mencerminkan hubungan yang semakin tegang antara Teheran dan Washington. Pernyataan Pezeshkian muncul di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik setelah Presiden AS, Donald Trump, melontarkan kritik tajam dan menyinggung perlunya perubahan kepemimpinan di Iran.
Dalam unggahannya, Pezeshkian mengatakan bahwa serangan apa pun yang menyasar Ayatollah Ali Khamenei akan diperlakukan sebagai agresi langsung terhadap seluruh bangsa Iran. Ia menekankan bahwa ini bukan sekadar ancaman politik, tetapi merupakan prinsip pertahanan nasional yang tak bisa dinegosiasikan.
“Serangan terhadap pemimpin besar kami sama dengan perang habis-habisan terhadap bangsa Iran,” tulisnya.
Selain itu, Pezeshkian juga menyalahkan kebijakan luar negeri AS yang keras, termasuk sanksi ekonomi dan tekanan diplomatik, sebagai alasan utama yang memperburuk kondisi ekonomi dan sosial di Iran. Menurutnya, sanksi tersebut berdampak besar pada kehidupan rakyat Iran dan memperdalam ketegangan antara kedua negara.
Pernyataan tegas Presiden Iran ini tidak terlepas dari konteks global yang lebih luas termasuk hubungan yang memanas antara Iran dan AS serta konflik internal di Iran sendiri.

Tinggalkan Balasan