Jakarta, ERANASIONAL.COM – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel mengklaim telah menewaskan seorang pejabat tinggi militer Iran dalam sebuah serangan udara yang disebut sebagai operasi presisi tinggi. Sosok yang dimaksud adalah Alireza Tangsiri, yang diketahui menjabat sebagai komandan angkatan laut dari Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang menyebut bahwa operasi militer dilakukan pada Rabu malam waktu setempat. Ia menggambarkan serangan tersebut sebagai tindakan yang “tepat dan mematikan”, dengan target tidak hanya Tangsiri, tetapi juga sejumlah perwira senior lain di jajaran komando angkatan laut Iran.
Menurut pihak Israel, Alireza Tangsiri dianggap sebagai tokoh kunci dalam berbagai operasi militer yang berkaitan dengan keamanan jalur pelayaran strategis, termasuk di kawasan Selat Hormuz. Jalur ini dikenal sebagai salah satu titik paling vital dalam perdagangan energi global, karena menjadi lintasan utama distribusi minyak dari kawasan Teluk ke berbagai negara di dunia.
Dalam pernyataannya, Israel menuding bahwa Tangsiri memiliki peran langsung dalam berbagai operasi yang dianggap mengancam kebebasan navigasi, termasuk dugaan pemasangan ranjau laut dan upaya pemblokiran jalur pelayaran. Oleh karena itu, serangan ini disebut sebagai bagian dari upaya untuk melemahkan kemampuan militer Iran di sektor maritim.
Namun hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran terkait klaim tersebut. Laporan dari jurnalis Al Jazeera yang berada di Teheran menyebutkan bahwa otoritas Iran masih belum memberikan pernyataan terkait nasib Tangsiri. Jika kabar tersebut terbukti benar, maka hal ini akan menjadi pukulan besar bagi struktur militer Iran yang dalam beberapa waktu terakhir dilaporkan kehilangan sejumlah pejabat penting.

Tinggalkan Balasan