Jakarta, ERANASIONAL.COMKomandan Angkatan Darat Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), Mohammad Karami, menegaskan bahwa pasukannya berada dalam kondisi siap tempur penuh untuk menghadapi kemungkinan invasi darat dari Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan pada Selasa, 24 Maret 2026, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya yang dikutip oleh Fars News Agency, Karami menyebut bahwa kekuatan militer Iran saat ini berada pada puncak kesiapan, baik dari sisi moral maupun kemampuan operasional. Ia menegaskan bahwa setiap bentuk ancaman dari pihak luar, termasuk dari AS dan sekutunya, akan mendapatkan respons tegas yang bersifat menghancurkan.

Karami juga menekankan bahwa kesiapan tersebut tidak hanya bersifat teknis militer, tetapi juga didukung oleh faktor ideologis dan dukungan rakyat. Ia menyebut bahwa semangat pasukan dipengaruhi oleh kepemimpinan revolusi serta keterlibatan masyarakat dalam mempertahankan kedaulatan negara. Dalam konteks ini, IRGC memainkan peran penting sebagai salah satu pilar utama pertahanan Iran yang memiliki mandat tidak hanya menjaga keamanan nasional, tetapi juga mempertahankan nilai-nilai revolusi.

Sebagai kekuatan militer elit, IRGC dikenal memiliki berbagai kemampuan strategis, termasuk dalam operasi pertahanan asimetris. Mereka mengoperasikan jaringan fasilitas militer bawah tanah yang sering disebut sebagai “kota rudal”, yang dirancang untuk melindungi dan menyembunyikan persenjataan dari serangan udara. Selain itu, IRGC juga memiliki unit drone canggih serta sistem peluncur roket bergerak yang memungkinkan serangan cepat terhadap target musuh, baik di dalam maupun luar wilayah Iran.

Dalam beberapa pekan terakhir, Iran dilaporkan meningkatkan kesiapan militernya di sejumlah wilayah strategis, terutama di perbatasan dengan Irak serta di kawasan selatan yang berdekatan dengan Selat Hormuz. Kawasan ini merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia, sehingga setiap potensi konflik di wilayah tersebut dapat berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi global.

Di sisi lain, laporan dari The Jerusalem Post menyebut bahwa AS tengah mempertimbangkan opsi operasi militer darat untuk menguasai Pulau Kharg. Pulau ini merupakan salah satu pusat ekspor minyak utama Iran, sehingga memiliki nilai strategis yang tinggi dalam dinamika konflik kedua negara.