Kondisi perang antara militan Hamas dengan Israel di Jalur Gaza. (Foto: AP)

Rumah-rumah warga sipil dan bangunan lainnya juga dilaporkan hancur akibat gempuran pesawat tempur Israel.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Palestina mengatakan Israel tidak memiliki hak atau pembenaran untuk menargetkan penduduk sipil yang tidak berdaya di Gaza atau lokasi lainnya di Palestina.

“Kami mengecam serangan udara Israel sebagai kampanye kematian dan kehancuran yang barbas,” ucap Kemenlu Palestina.

Sementara  itu, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) melaporkan sedikitnya 70.000 warga Palestina di Gaza mengungsi di sekolah-sekolah yang dikelola oleh PBB untuk berlindung dari serangan Israel.

PBB menyerukan dibentuknya koridor kemanusiaan untuk menyalurkan makanan ke wilayah Gaza.