Sebagai negara yang konsisten menjunjung prinsip politik luar negeri bebas aktif, Indonesia kembali menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan mekanisme multilateral dalam menyelesaikan konflik.
Dalam forum KTM-LB tersebut, Indonesia juga mendorong OKI untuk mengambil peran yang lebih aktif dan konkret. Salah satu langkah yang disoroti adalah perlunya mengaktifkan kembali OIC Contact Group on Somalia, sebuah mekanisme yang bertujuan mendukung stabilitas, integritas teritorial, dan proses perdamaian di Somalia.
Menurut Indonesia, penguatan peran OKI sangat penting untuk memastikan bahwa isu Somaliland ditangani secara komprehensif, dengan mempertimbangkan aspek politik, keamanan, serta kesejahteraan rakyat Somalia secara keseluruhan.
“OKI memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk membantu Somalia menjaga persatuan nasionalnya dan mencegah berkembangnya dinamika yang dapat merugikan stabilitas kawasan,” tegas Anis Matta.
Sebelum KTM-LB ke-22 digelar, Indonesia juga turut bergabung dalam Joint Statement yang diprakarsai oleh Mesir dan didukung oleh 22 negara, bersama OKI dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC). Pernyataan bersama tersebut menegaskan penolakan terhadap pengakuan Israel atas Somaliland serta menyatakan dukungan penuh terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah Somalia.
Pernyataan tersebut mencerminkan kesamaan pandangan negara-negara mayoritas Muslim bahwa stabilitas Somalia merupakan isu strategis yang harus dijaga bersama, serta tidak boleh dikompromikan oleh kepentingan politik sepihak.

Tinggalkan Balasan