KTM-LB OKI ke-22 dihadiri oleh perwakilan dari 39 negara anggota OKI, dengan 11 delegasi hadir pada tingkat menteri luar negeri. Pertemuan tersebut menjadi forum penting bagi negara-negara anggota untuk menyampaikan pandangan, kekhawatiran, serta langkah kolektif dalam merespons perkembangan situasi di Somalia.
Dari pertemuan tersebut, OKI menghasilkan dua resolusi utama. Salah satu resolusi secara tegas menolak pengakuan Israel atas Somaliland, sementara resolusi lainnya menegaskan dukungan OKI dalam mengatasi dampak dan implikasi politik, keamanan, dan diplomatik dari langkah tersebut.
Somaliland merupakan wilayah di bagian utara Somalia yang sejak awal 1990-an menyatakan memisahkan diri. Namun hingga kini, wilayah tersebut tidak mendapatkan pengakuan internasional secara luas dan tetap dianggap sebagai bagian dari Republik Federal Somalia oleh PBB dan mayoritas negara di dunia.
Indonesia, bersama komunitas internasional, secara konsisten memandang bahwa penyelesaian status Somaliland harus dilakukan melalui dialog internal Somalia dan berdasarkan kesepakatan nasional yang sah.
Sikap Indonesia dalam isu ini mencerminkan konsistensi kebijakan luar negeri yang menjunjung tinggi prinsip kedaulatan negara, penyelesaian damai konflik, serta dukungan terhadap stabilitas kawasan. Indonesia juga terus menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk tindakan sepihak yang berpotensi merusak tatanan internasional berbasis hukum.
Melalui forum OKI, Indonesia berharap terbangun sikap kolektif yang kuat untuk menjaga persatuan Somalia, sekaligus mencegah munculnya ketegangan baru yang dapat berdampak luas bagi keamanan regional dan global.

Tinggalkan Balasan