Menteri Pertahanan Denmark, Troels Lund Poulsen, mengatakan belum ada angka final mengenai perluasan kehadiran NATO di Greenland. Meski demikian, ia menegaskan rencana jangka panjang sudah disiapkan.
“Kami kini dapat merencanakan kehadiran yang lebih besar dan lebih permanen sepanjang 2026. Ini penting untuk menunjukkan bahwa keamanan di Arktik bukan hanya urusan Kerajaan Denmark, tetapi juga seluruh NATO,” ujarnya dari Kopenhagen.
Sebelumnya, Denmark menempatkan sekitar 150 personel militer dan sipil dalam Joint Arctic Command yang bertugas di Greenland.
Menurut Marc Jacobsen, profesor madya di Royal Danish Defence College, pengerahan pasukan Eropa membawa pesan politik yang jelas kepada Washington.
“Pesan pertama adalah pencegahan, bahwa jika Amerika Serikat memutuskan bertindak secara militer, kami siap mempertahankan Greenland,” katanya.
“Pesan kedua adalah menunjukkan bahwa Denmark dan Eropa menanggapi kritik AS dengan serius, meningkatkan kehadiran, menjaga kedaulatan, dan memperbaiki pengawasan di Greenland,” lanjutnya.
Sejumlah negara Eropa telah mengonfirmasi keterlibatan militernya di Greenland. Jerman, Prancis, Swedia, Norwegia, Finlandia, dan Belanda mengirimkan personel untuk persiapan latihan militer yang lebih besar sepanjang tahun ini.
Jerman mengirim 13 personel pengintai, Swedia tiga perwira, Norwegia dua perwira, dan Finlandia dua perwira penghubung. Prancis mengerahkan sekitar 15 spesialis gunung, yang rencananya akan diperkuat dengan aset darat, udara, dan laut.

Tinggalkan Balasan