Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa Prancis dan Uni Eropa harus bersikap tegas dalam menjaga kedaulatan wilayah.

“Kita tidak boleh goyah dalam menegakkan kedaulatan teritorial,” ujar Macron.

Sejumlah negara Uni Eropa juga secara terbuka menyatakan dukungan kepada Denmark, seraya memperingatkan bahwa upaya penyitaan wilayah NATO oleh Amerika Serikat dapat mengancam keberlangsungan aliansi transatlantik.

Trump berulang kali menyatakan Denmark tidak mampu melindungi Greenland jika Rusia atau China berupaya memperluas pengaruhnya di Arktik. Namun, pernyataan tersebut ditolak keras oleh Denmark dan otoritas Greenland.

Baik Denmark maupun Greenland menegaskan bahwa Greenland tidak untuk dijual, dan menyebut ancaman penggunaan kekuatan sebagai langkah ceroboh yang berpotensi memperburuk stabilitas kawasan.

Di Nuuk, ibu kota Greenland, kekhawatiran warga mulai bermunculan. Seorang pemilik usaha setempat, Mads Petersen, mengaku canggung dengan meningkatnya kehadiran militer.

“Saya berharap ini tidak menjadi sesuatu yang normal di masa depan,” katanya.

Sementara itu, Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen, dalam pertemuan dengan sekitar 300 warga Greenland di Kopenhagen, menegaskan pentingnya persatuan dan sikap politik wilayahnya.

“Kami memilih Greenland seperti yang kami kenal hari ini, sebagai bagian dari Kerajaan Denmark,” ujarnya, disambut tepuk tangan meriah. Ia menegaskan Greenland tidak ingin dikelola oleh atau menjadi bagian dari Amerika Serikat.