Meski bernada keras, Trump tetap menyatakan masih membuka ruang dialog dengan para pemimpin Eropa. Namun, ancaman tersebut langsung menuai respons tegas dari sejumlah kepala negara dan pemerintahan di Eropa.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menjadi salah satu pemimpin pertama yang menyampaikan penolakan secara terbuka. Melalui akun media sosial X, Macron menegaskan bahwa ancaman tarif tersebut tidak dapat diterima dan tidak relevan dalam konteks pembahasan Greenland.
“Ancaman tarif seperti ini tidak bisa diterima, dan jelas tidak pada tempatnya ketika kita membicarakan isu Greenland,” tulis Macron.
Ia menegaskan bahwa negara-negara Eropa akan berdiri bersama dan merespons kebijakan tersebut secara kolektif. Menurut Macron, persatuan Eropa menjadi kunci dalam menghadapi tekanan dari pihak luar.
“Eropa akan bersatu dan merespons ancaman ini secara terkoordinasi sesuai mekanisme yang berlaku. Kami akan memastikan kedaulatan Eropa tetap terjaga,” tegasnya.
Nada serupa disampaikan oleh Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson. Ia menyatakan bahwa negaranya tidak akan gentar menghadapi tekanan atau intimidasi ekonomi dari Amerika Serikat.
“Kami tidak akan bisa diintimidasi. Saya akan mempertahankan kepentingan negara saya, serta kepentingan tetangga-tetangga kami,” ujar Kristersson.

Tinggalkan Balasan