Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer memilih pendekatan yang lebih diplomatis. Meski menolak ancaman tersebut, ia menilai pengenaan tarif terhadap sekutu Eropa demi tujuan geopolitik merupakan langkah yang keliru.
“Mengancam sekutu dengan tarif untuk mencapai tujuan keamanan kolektif NATO adalah pendekatan yang salah,” kata Starmer. Ia menegaskan bahwa Inggris akan memilih jalur dialog langsung dengan pemerintah Amerika Serikat.
Starmer juga menekankan bahwa isu keamanan di kawasan Arktik bukanlah tanggung jawab satu negara saja, melainkan menjadi kepentingan bersama aliansi NATO.
“Kami telah menjelaskan bahwa keamanan Arktik adalah tanggung jawab NATO secara kolektif. Semua pihak harus bekerja sama untuk menghadapi potensi ancaman, termasuk dari Rusia, di seluruh kawasan Arktik,” tutupnya.
Pernyataan Trump terkait Greenland dan tarif impor ini kembali menyoroti ketegangan antara Amerika Serikat dan Eropa, terutama dalam isu kedaulatan, perdagangan internasional, dan keamanan global. Para pengamat menilai respons tegas para pemimpin Eropa menunjukkan komitmen kuat untuk mempertahankan persatuan dan menolak tekanan ekonomi sebagai alat diplomasi.

Tinggalkan Balasan