Moskow, ERANASIONAL.COM – Pemerintah Rusia memberikan tanggapan berhati-hati terhadap pengumuman mengejutkan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang memerintahkan dimulainya kembali uji coba senjata nuklir setelah lebih dari tiga dekade moratorium.
Dalam konferensi pers yang dikutip Reuters dan kantor berita TASS pada Jumat (31/10/2025), juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menegaskan bahwa Rusia hingga kini tidak mengetahui adanya negara lain yang sedang menggelar uji coba nuklir seperti yang disebut Trump.
“Saat ini moratorium uji coba nuklir masih berlaku,” ujar Peskov.
“Presiden Trump mengatakan negara lain tengah melakukan uji coba, tetapi kami tidak mengetahui negara mana pun yang melakukannya,” tambahnya.
Trump sebelumnya memerintahkan Pentagon untuk segera melanjutkan kembali program uji coba senjata nuklir AS. Keputusan ini mengakhiri moratorium yang sudah berlangsung selama 33 tahun.
Langkah Trump muncul setelah Rusia dilaporkan melakukan uji coba dua sistem persenjataan berkemampuan nuklir, rudal jelajah Burevestnik dan drone bawah laut Poseidon dalam beberapa hari terakhir.
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan keputusan ini diambil karena “negara lain juga tengah menguji program senjata mereka,” dan menambahkan bahwa proses uji coba AS akan “segera dimulai.”
Sementara Peskov menegaskan, hingga kini Rusia belum menerima pemberitahuan resmi dari Washington mengenai perubahan posisi AS terhadap uji coba nuklir.
Ketika ditanya apakah pernyataan Trump bisa memicu perlombaan senjata nuklir baru, Peskov menjawab singkat, “Tidak juga.”
Peskov meyakinkan bahwa uji coba rudal jelajah Burevestnik pada 21 Oktober dan drone Poseidon pada 28 Oktober, yang disampaikan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, jelas bukanlah uji coba senjata nuklir.
“Jika (Trump) dengan cara tertentu menyebut uji coba Burevestnik sebagai uji coba nuklir yang dilakukan negara lain, maka itu sama sekali tidak akurat. Semua negara terus mengembangkan sistem pertahanan mereka, tetapi ini bukan merupakan uji coba nuklir,” ujar Peskov menjelaskan.
Putin, yang memimpin negara dengan pasokan senjata nuklir terbesar di dunia, telah berulang kali mengatakan jika ada negara yang menguji coba senjata nuklir, maka Rusia juga akan melakukannya.
“Saya ingin kembali mengingatkan pernyataan Presiden Putin, yang telah diulang berkali-kali: Jika seseorang melanggar moratorium, Rusia akan bertindak sesuai dengan itu,” ucap Peskov.
Rusia pasca-Soviet tidak pernah melakukan uji coba senjata nuklir. Uni Soviet terakhir kali menguji coba nuklir pada tahun 1990, sedangkan AS terakhir kali pada tahun 1992 dan China pada tahun 1996. (*)

Tinggalkan Balasan