Teheran, ERANASIONAL.COM – Puluhan ribu pendukung pemerintah Iran turun ke jalan-jalan utama ibu kota Teheran pada Senin (12/1), menggelar aksi unjuk rasa besar untuk menunjukkan dukungan terhadap rezim di tengah gelombang protes nasional yang telah berlangsung hampir dua pekan. Aksi ini disebut-sebut sebagai salah satu mobilisasi massa terbesar oleh kelompok pro-pemerintah sejak demonstrasi besar pada 2009.
Televisi pemerintah Iran menyiarkan gambar massa yang memenuhi sejumlah ruas jalan utama sebelum berkumpul di Lapangan Enqelab, salah satu titik simbolik di Teheran. Aksi tersebut mengusung tema “Kebangkitan Iran Melawan Terorisme Amerika-Zionis”, dengan narasi kuat menentang campur tangan Amerika Serikat dan Israel dalam urusan dalam negeri Iran.
Dalam aksi tersebut, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyampaikan pidato bernada konfrontatif. Dikutip dari laporan The Guardian, Ghalibaf menegaskan bahwa Iran saat ini berada dalam kondisi yang ia sebut sebagai “perang di empat front”.
Dikelilingi sorakan dan slogan keras seperti “Matilah Amerika” dan “Matilah Israel”, Ghalibaf menyatakan bahwa Iran tidak akan ragu melakukan pembalasan jika kedaulatannya diserang. Ia bahkan mengancam akan memberikan Presiden AS Donald Trump “pelajaran yang tidak akan pernah dilupakan”.
Pernyataan tersebut memperkuat sinyal bahwa pemerintah Iran tengah mengonsolidasikan dukungan domestik sembari mengirim pesan tegas ke pihak eksternal.
Tak lama setelah pidato Ghalibaf, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei turut angkat suara. Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah dan dikutip AFP, Khamenei menyebut aksi pro-pemerintah ini sebagai peringatan langsung kepada Amerika Serikat.
“Ini adalah peringatan bagi para politikus AS untuk menghentikan tipu daya mereka dan tidak bergantung pada tentara bayaran yang berkhianat,” ujar Khamenei.
Ia juga menilai demonstrasi besar tersebut telah berhasil menggagalkan rencana pihak asing yang, menurutnya, berupaya memanfaatkan gelombang protes untuk melemahkan Iran dari dalam.
Pernyataan Khamenei muncul di tengah ketegangan dengan Washington, setelah Trump berulang kali menyatakan kesiapan untuk melakukan intervensi militer jika pemerintah Iran dianggap melakukan pembantaian terhadap demonstran.

Tinggalkan Balasan