“Jadilah suaranya,” tulis NUFD dalam unggahan di platform X, sembari menyerukan dukungan internasional untuk menghentikan eksekusi tersebut.

Direktur IHRNGO, Mahmood Amiry-Moghaddam, menyampaikan pernyataan keras terkait situasi ini. Ia menilai tindakan pemerintah Iran mencerminkan pola pelanggaran HAM berat yang pernah terjadi pada dekade 1980-an.

“Pembunuhan massal terhadap demonstran sipil oleh Republik Islam dalam beberapa hari terakhir mengingatkan pada kejahatan rezim pada tahun 1980-an, yang kini diakui sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa risiko eksekusi massal dan di luar proses hukum terhadap para demonstran sangat nyata.

“Berdasarkan prinsip Tanggung Jawab untuk Melindungi, masyarakat internasional memiliki kewajiban untuk melindungi warga sipil dari pembunuhan massal oleh Republik Islam dan Korps Garda Revolusi Islam,” tegasnya.

IHRNGO menyerukan kepada pemerintah negara-negara demokratis serta organisasi masyarakat sipil untuk meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Teheran.