Eksekusi Soltani hingga kini belum dapat diverifikasi secara independen, seiring dengan pemadaman komunikasi dan pembatasan informasi yang diberlakukan pemerintah Iran untuk meredam perbedaan pendapat.
Menurut kelompok HAM, lebih dari 10.000 orang dilaporkan telah ditangkap dalam beberapa pekan terakhir karena berpartisipasi dalam aksi protes anti-pemerintah. Demonstrasi tersebut dipicu oleh memburuknya kondisi ekonomi, inflasi tinggi, serta ketidakpuasan publik terhadap kepemimpinan politik dan keagamaan Iran.
Seiring berlanjutnya demonstrasi, tuntutan sebagian massa juga berkembang menjadi seruan untuk perubahan rezim secara menyeluruh.
Dari Washington, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan secara terbuka mendorong warga Iran untuk terus menyuarakan protes. Ia juga memperingatkan pemerintah Iran agar tidak melaksanakan hukuman mati terhadap para demonstran.
Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan mengambil tindakan yang sangat tegas jika Iran tetap melanjutkan eksekusi terhadap peserta demonstrasi damai.
Pernyataan tersebut menambah ketegangan dalam hubungan AS–Iran yang selama ini sudah diwarnai sanksi ekonomi dan konflik diplomatik berkepanjangan.
Di tengah pembatasan internet di Iran, perusahaan SpaceX milik Elon Musk dilaporkan menawarkan akses internet satelit Starlink secara gratis di negara tersebut.
Menurut Ahmad Ahmadian, direktur eksekutif kelompok AS Holistic Resilience, SpaceX telah menghapus biaya berlangganan Starlink bagi pengguna di Iran, sehingga warga yang memiliki perangkat penerima dapat mengakses internet tanpa biaya.
Langkah ini dinilai sebagai upaya membantu masyarakat Iran tetap terhubung dengan dunia luar di tengah pembatasan komunikasi oleh pemerintah.

Tinggalkan Balasan