New York, ERANASIONAL.COM –  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan keprihatinan serius atas laporan pengerahan kelompok kapal induk Amerika Serikat ke wilayah Timur Tengah, di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Langkah militer tersebut dinilai berpotensi memperburuk stabilitas kawasan yang sejak lama diliputi konflik dan rivalitas geopolitik.

Keprihatinan itu disampaikan juru bicara PBB, Stephane Dujarric, dalam konferensi pers pada Senin, menanggapi laporan bahwa Amerika Serikat memperluas kehadiran militernya di sekitar Iran. Sebelumnya, pada 22 Januari, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kapal-kapal Angkatan Laut AS sedang bergerak menuju Iran “untuk berjaga-jaga”.

“Jelas kami melihat laporan-laporan mengenai meningkatnya ketegangan militer, dan hal tersebut sangat mengkhawatirkan,” kata Dujarric, seperti dikutip Anadolu.

Menurut Dujarric, peningkatan aktivitas militer dan retorika keras dari berbagai pihak justru berlawanan dengan upaya menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa PBB terus memantau perkembangan tersebut dengan penuh perhatian.

“Pada saat yang sama, kami sangat prihatin terhadap meningkatnya aktivitas dan retorika militer, yang menurut pandangan kami bertentangan dengan stabilitas kawasan,” ujarnya.

Selain isu pengerahan militer AS, PBB juga menyoroti situasi domestik di Iran, khususnya laporan mengenai dugaan penggunaan kekerasan berlebihan oleh aparat keamanan terhadap para demonstran. Gelombang protes di Iran dilaporkan terjadi di berbagai kota, dipicu oleh kesulitan ekonomi dan anjloknya nilai tukar mata uang rial.

“Boleh saya katakan bahwa kami telah melihat berbagai laporan tentang jumlah yang sangat tinggi dari orang-orang yang dibunuh oleh pasukan keamanan, termasuk para demonstran,” ujar Dujarric.