Pergerakan militer AS juga terpantau melalui data penerbangan. Berdasarkan informasi dari Flightradar24 yang dilaporkan Sputnik dan dikutip Antara, setidaknya tiga pesawat Angkatan Udara AS dipindahkan dari Jerman ke sejumlah negara di Timur Tengah, termasuk Kuwait dan Qatar, dalam beberapa hari terakhir.
Sebuah pesawat tanker Boeing KC-135R Stratotanker tercatat mendarat di Qatar pada Minggu sekitar pukul 18.23 GMT. Pesawat tersebut diduga berangkat dari Pangkalan Udara Ramstein di Jerman. Selain itu, pesawat angkut militer Boeing C-17A Globemaster III mendarat di Kuwait pada Sabtu malam, dengan titik keberangkatan dari Trier, Jerman.
Pesawat C-17A lainnya yang lepas landas dari Pangkalan Udara Spangdahlem di Jerman juga dilaporkan menghilang dari radar saat berada di wilayah selatan Kuwait. Data Flightradar24 juga menunjukkan pengerahan pesawat angkut militer C-130J Hercules dari Bahrain menuju wilayah tengah Kuwait.
Lebih lanjut, Wall Street Journal sebelumnya melaporkan bahwa Amerika Serikat tidak hanya mengerahkan kapal induk dan jet tempur F-15E, tetapi juga berencana menempatkan sistem pertahanan udara tambahan di kawasan Timur Tengah. Sistem tersebut mencakup pertahanan rudal Patriot dan THAAD untuk mengantisipasi potensi serangan balasan.
PBB menegaskan bahwa eskalasi militer di kawasan berisiko memicu dampak regional yang lebih luas dan menyerukan semua pihak untuk menahan diri. Organisasi dunia itu kembali mengingatkan pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan dialog guna mencegah jatuhnya korban sipil lebih lanjut serta menjaga stabilitas global.

Tinggalkan Balasan