Awalnya, banyak pihak meragukan kemungkinan Ju Ae menjadi penerus karena budaya konservatif Korea Utara yang selama ini didominasi oleh kepemimpinan pria. Namun, sejak September 2025, ketika Ju Ae mendampingi ayahnya dalam sejumlah acara kenegaraan, analisis intelijen mulai berubah. Kehadirannya dianggap sebagai upaya membangun narasi suksesi kepemimpinan yang lebih terstruktur.
Media resmi Korea Utara tidak pernah menyebut nama Ju Ae secara langsung. Ia hanya digambarkan sebagai “anak yang dihormati dan paling dicintai”. Keyakinan bahwa namanya adalah Kim Ju Ae berasal dari pengakuan mantan bintang NBA Dennis Rodman, yang pernah berkunjung ke Pyongyang pada 2013 dan mengaku sempat menggendong putri Kim Jong Un.
Kemunculan publik Ju Ae pertama kali terjadi pada November 2022 saat uji coba rudal balistik jarak jauh. Sejak itu, ia beberapa kali terlihat mendampingi ayahnya dalam parade militer, uji senjata, hingga pembukaan pabrik. Salah satu momen paling menonjol adalah ketika ia ikut dalam kunjungan ke Beijing pada September 2025 untuk bertemu Presiden China Xi Jinping.
Spekulasi semakin kuat setelah Ju Ae ikut menghadiri acara Tahun Baru di Istana Matahari Kumsusan, sebuah tempat sakral yang menyimpan jasad Kim Il Sung dan Kim Jong Il. Kehadirannya di lokasi bersejarah itu dianggap sebagai simbol bahwa ia akan mewarisi takhta keluarga Kim.
Sejak berdiri pada 1948, Korea Utara selalu dipimpin oleh laki-laki dari keluarga Kim. Dimulai dari Kim Il Sung, dilanjutkan oleh putranya Kim Jong Il, dan kini oleh Kim Jong Un. Jika Ju Ae benar-benar menjadi penerus, maka ia akan menjadi pemimpin perempuan pertama sekaligus generasi keempat dari dinasti Kim.

Tinggalkan Balasan