“Saya bertanya kepada Barat, apakah Anda ingin menciptakan suasana Perang Salib yang lain? Penyebab utama pembantaian di Gaza adalah pihak Barat,” tegas Erdogan.
Menurut dia, semua orang di dunia tahu bahwa Israel adalah pion di kawasan yang akan dikorbankan ketika saatnya tiba.
Erdogan pun memberi hormat pada ‘tekad rakyat Gaza’ untuk tidak meninggalkan rumah dan kota mereka dalam menghadapi pemboman yang dilakukan oleh penindas.
Untuk diketahui, Israel telah membombardir Gaza sejak 7 Oktober ketika kelompok Palestina Hamas melakukan serangan lintas batas dan menewaskan 1.400 orang.

Namun, serangan itu tidak sebanding dengan bombardir Israel. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jalur Gaza mengatakan serangan Israel kini telah menewaskan lebih dari 8.000 orang, sebagian besar warga sipil dan banyak di antaranya adalah anak-anak.
Sementara itu, Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada Jumat (27/10) kemarin menyetujui resolusi yang menyerukan gencatan senjata kemanusiaan yang tahan lama dan berkelanjutan di Gaza.
Resolusi tersebut, yang diajukan oleh hampir 50 negara, termasuk Turki, Palestina, Mesir, Yordania, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, dan disetujui dengan suara 120-14 dan 45 negara abstain.
Tinggalkan Balasan