Masuknya Putin ke dalam daftar undangan memicu reaksi kritis di Eropa Timur. Seorang ajudan Presiden Polandia Karol Nawrocki mengatakan bahwa pihaknya juga menerima undangan, namun menyoroti kehadiran Putin yang dianggap bertentangan dengan nilai dan posisi Polandia.
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk kemudian menulis di platform X bahwa keikutsertaan Polandia memerlukan persetujuan parlemen.
“Kami tidak akan membiarkan siapa pun mempermainkan kami,” tulis Tusk.
Sementara itu, Arab Saudi juga dikabarkan menerima undangan. Seorang pejabat Saudi menyebut kerajaan tersebut masih meninjau secara menyeluruh tawaran tersebut sebelum mengambil keputusan.
Terlepas dari kontroversi yang mengiringinya, Dewan Perdamaian Gaza telah mengumumkan sejumlah tokoh internasional yang akan duduk di komite eksekutif. Nama-nama tersebut antara lain: Tony Blair, mantan Perdana Menteri Inggris, Marco Rubio, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Jared Kushner, menantu sekaligus penasihat dekat Donald Trump dan Ajay Banga, Presiden Bank Dunia.
Kehadiran tokoh-tokoh tersebut menunjukkan ambisi besar Trump untuk membangun pengaruh global melalui dewan ini, meskipun legitimasi dan penerimaannya masih diperdebatkan.
Dengan menolak bergabung, Perancis menegaskan sikapnya untuk tetap berpegang pada multilateralisme berbasis PBB. Paris menilai bahwa upaya perdamaian di Gaza harus dilakukan melalui mekanisme internasional yang inklusif, transparan, dan memiliki legitimasi hukum yang kuat.
Keputusan Macron ini menambah daftar panjang perbedaan pendekatan antara Perancis dan Amerika Serikat dalam menangani konflik global, khususnya di Timur Tengah.

Tinggalkan Balasan