Jakarta, ERANASIONAL.COM – Fakta mengejutkan terungkap dari penggerebekan pusat penipuan daring (online scam) di wilayah O’Smach, Kamboja, dekat perbatasan Thailand. Untuk meyakinkan dan menekan korban, sindikat kejahatan lintas negara tersebut diketahui membangun studio palsu yang dirancang menyerupai kantor polisi, lengkap dengan seragam aparat penegak hukum dari berbagai negara, termasuk atribut Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Temuan ini terungkap setelah kompleks penipuan tersebut ditinggalkan secara terburu-buru oleh para operatornya. Mereka melarikan diri menyusul pengambilalihan wilayah perbatasan oleh militer Thailand pascakonflik bersenjata yang terjadi di kawasan tersebut.
Dalam laporan yang dikutip dari Associated Press (AP) pada Selasa (4/2/2026), terlihat seragam polisi berwarna cokelat yang sengaja dibuat menyerupai seragam Polri. Meski tidak identik secara detail, seragam tersebut dilengkapi dengan bordiran tulisan “Polri” serta tanda pangkat bertuliskan Polri, cukup untuk menciptakan kesan otoritas bagi korban yang dihubungi secara daring.
Selain seragam, sindikat tersebut juga menyiapkan latar belakang kantor polisi tiruan, lengkap dengan bendera nasional dan logo-logo resmi, untuk digunakan dalam panggilan video.
“Ruangan-ruangan ini dirancang untuk meniru kantor polisi dari berbagai negara, termasuk Indonesia dan Singapura, guna menipu korban melalui panggilan video,” tulis AP dalam laporannya.
Dengan modus ini, para pelaku menyamar sebagai petugas penegak hukum dan menuduh korban terlibat kasus pidana, pencucian uang, atau kejahatan siber. Korban kemudian dipaksa mentransfer uang dengan dalih penyelesaian perkara.
Pada Senin (2/2/2026), militer Thailand memasuki kompleks tersebut setelah mengambil alih kendali wilayah perbatasan. Foto-foto yang dirilis AP menunjukkan tentara Thailand berjalan melewati seragam polisi palsu, backdrop kantor polisi, serta peralatan kerja yang ditinggalkan begitu saja.

Tinggalkan Balasan